Sunday, June 4, 2017

Spiritual Traveler
Assalamu’ alaikum warahmah, salam sejahtera bagi Kita semua
Sebelumnya ijinkan saya memperkenalkan tulisan saya yang bertujuan “memberi apa yang kita punya, dan Mensyukuri kita punya”  tulisan ini hanya sebuah kebaikan yang kecil sekali, tapi karena saking kecilnya kita tidak tahu seberapa besarnya itu bagi mereka yang membutuhkan.
Jadi, disetiap malam jum’at, sekolah Rayhan selalu mengadakan do’a Bersama, tapi Kami diwajibkan hadir hanya satu kali dalam sebulan, begitupun PA (Pengajian Ahad) yang diadakan setiap hari minggu, tapi kami  hanya mempunyai kewajiban untuk datang hanya satu kali dalam sebulan juga, nah menariknya disetiap saya datang ke Doa bersama Malam jum’at yang lebih enak dipanggil “Kumayl”, doa kumayl sendiri ada dalam bagian Doa bersama itu.
 saya selalu ingat kata guru saya “DO GOOD FEELS GOOD TOO” iya mungkin seperti itu lah katanya “disetiap kita berbagi, memang barang yang kita bagi akan dibagi, tapi rasa senang, lega, dll itu juga bertambah, tapi disaat kita “tidak berbagi”, memang barang yang tidak kita bagi itu tidak berkurang, tapi disaat yang sama rasa di hati itu juga tidak bertambah” tutur Pak Miftah Fauzi Rakhmat.”selain itu bisa meningkatkan Emphaty, rasa saling percaya, Tali Silaturrahmi” Beliau selalu menjadi Inspirasi saya setiap saya melihat akhlaknya, tutur katanya, sebenarnya semua orang bisa kita jadikan Inspirator hidup kita, tergantung seberapa besar kita jadikan Inspirasi dan pelajaran yang kita ambil dari semua perbuatannya.
Disetiap malam Jum’at selesai “doa Kumayl”, agenda rutin Rayhan dan teman Rayhan, Toni Gunawan, Berbagi Nasi apa yang kami dapat, kadang juga saya minta Nasi kotak yang “lebih” dari Doa kumayl itu, setelah itu kami berdua bagikan ke orang yang “membutuhkan” khususnya orang tua. Karena disaat saya kecil, saya dan adik saya selalu diberikan terlebih dahulu apa yang Abi Rayhan dapatkan, disaat Rayhan sudah mulai beranjak dewasa, “Abi, kenapa abi selalu ngasih apa yang abi dapetin, bukan ngasih apa yang abi sisain” tanya Rayhan kecil “karena diwaktu abi , karena anak Abi senang, Abi juga senang” sahutnya. Semua yang abi Rayhan katakan selalu diingat sewaktu “Jarak Memisahkan”.

Saya beri Semua nasi kotak itu sambil “Jalan Malam” bersama sahabat saya itu. Semuanya tersenyum melihat kebaikan kita, tak jarang sesekali orang-orang itu mengucap “Terima Kasih”, dan menurut Rayhan disitulah tantangan orang yang memberi dengan “Ikhlas”, tak merasa apa yang diberi sesuatu yang “Berharga”. Coba kalian bayangkan disaat semua orang yang berkecukupan berbagi dengan yang belum berkecukupan, adakah yang namanya Manusia yang non-Emphaty?? Adakah Kesenjangan sosial di negeri ini?? Adakah Intoleransi?? Adakah keserakahan?? Adakah yang sombong?? Jika disebutkan semuanya ini tulisan ini hanya berisi semua pertanyaan yang diambil dari Positifnya tidak Berbagi.

Tulisan ini saya Peruntukkan mengikuti Lomba "Zetizen goes to New Zealand"
Di tanggal 1 juni 2017 kemaren, memang tidak ada yang spesial di hari itu. but, saya melihat banyak sekali post tentang hashtag #SayaIndonesia #SayaPancasila mengapa ini begitu ramai disontakkan di media sosial?? danhari itu adalah hari lahirnya pancasila yang setiap tahunnya tak se ramai ini. Memang perlu sih, mengenang Pancasila yang menurut Saya "Sudah sedikit menyimpang" dari yang sebenarnya. dan opini saya juga Presiden Jokowi yang akhir-akhir ini banyak dihambat oleh masalah radikalisme, Liberalisme, Intoleransi Beragama tentunya. dan menurut saya juga ini adalah cara yang tepat juga mengatasi hal tersebut. telinga kita harus terbiasa didengungkan oleh hal-hal yang telah lama yang dilupakan. yaaa, lupa untuk dibanggakan lagi. Kalian tau?? negara dan bangsa lain "Tidak" Sehebat, dan tidak seberuntung bangsa kita. Negara dengan beragam suku, ras, dan agama yang berjauhan tetapi tetap selangkah. lihatlah Rusia yang tak seindah nama lamanya Uni Soviet, korea Utara dan selatan yang tak pernah "Akur". memang sudah banyak yang berniat memecahkan diri dan memilih berpisah dari NKRI. Lihat saja Timor leste yang dulunya Dengan bangga mengatakan lebih merdeka tidak sama Indonesia. Kemanakah namanya?? bisakah mengungguli bangsa yang sedikit lebih hebat kah?? Kabar bangkitnya PKI, dll itu hanya bentuk dalam rencana peretakan NKRI. terlebih disaat saya mendengar Ideologi Ke Khalifahan ditegakkan. dan dikagetkan dengan "Pembubaran Ormas HTI" saya merasa bangga dengan langkah apa yang sudah diambil Pak Presiden Jokowi. Dia dan Mereka langsung membenung gerakan yang "Tak Pantas" itu. saya tau dengan banyaknya langkah Jokowi yang menimbulkan kebaikan. pasti disertai dengan hal buruk yang timbul meskipun sedikit. memang pemimpin tak boleh hanya diam dan melihat apa yang sudah bawahan Lakukan. semuanya harus dengan "kerja nyata untuk Hidup yang lebih bermakna". saya mulai kagum ke Pak Presiden disaat mulai nekat maju ke Pilgub DKI, dan mulai bangga karena merakyatnya sampe-sampe bisa foto sama orang yang seperti saya. Move lagi, Ingatkah kalian terhadap Diubahnya sila pertama menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" mengapa diubah?? semuanya hanya karena "Bhinneka tunggal ika" yaa tidak boleh memilih salah satu. meskipun Mayoritas. "anakku.. andai kau tahu, betapa pancasila kami bentuk dengan darah dan air mata, semua ini semata-semata agar kalian tidak berkelahi anakku" ingatkah dari lisan siapakah kata-kata itu muncul?? Yupss RI 1 yang pertama. so, Kenapa kita tidak bisa hidup berdampigan dengan satu langkah nyata kalau toh sirik membuat perpecahan. Perkecil Rasa Egois, perbesar Rasa Emphaty.
Mari Kita Amalkan pancasila dengan hal-hal yang kecil. mulai dari tidak buang sampah sembarangan contohnya it sebenarnya sudah mengamalkan "Kemanusiaan yang adil dan beradab"

Mari Kita jadikan Pancasila sebagai Perekat keutuhan Bangsa dan Negara

Saya Rayhan Aly Akbar Ruhullah, Saya Indonesia, Saya Pancasila